Jurnal Psikologi Vol.12, September 2016

cover-jurnal-psikologi-vol-12

 

KATA PENGANTAR

Leiden is lijden adalah ungkapan dalam bahasa Belanda, yang artinya adalah memimpin adalah menderita. Ungkapan itu berasal dari pemimpin besar  Indonesia  Agus  Salim (1884-1954), dan kata-kata itu juga sering dikutip oleh Kasman Singodimedjo (1904-1982), seorang tokoh bangsa. Ungkapan yang sarat makna itu diambil dari tulisan M. Subhan SD di harian Kompas  pada  30  Juni  2016,  dengan  judul  Catatan  Politik dan  Hukum: Pemimpin Karbitan.

Penderitaan  pemimpin  adalah  karena  ia  harus  menggembalakan para domba yang sering kali tidak tahu diri dan sulit diatur. Pemimpin yang penggembala harus memastikan bahwa persediaan makan cukup, keamanan memadai, dan tuntutan kesehatan juga terpenuhi bagi semua dombanya. Bila ketiga hal tersebut tidak memadai, maka penggembala itu akan berusaha sekuat tenaga untuk mencukupinya. Usaha-usahanya akan berhasil bila pemimpin itu mempunyai empat sifat unggul yaitu ikhlas, melayani, kreatif dan inovatif. Ketiadaan empat kualitas unggul itu pada seorang penggembala akan menyebabkan dombanya punah.

Berangkat dari keikhlasan, maka kepemimpinan yang sifatnya melayani akan lebih mudah terlaksana. Pemimpin yang pelayan akan mengembangkan kreativitas dan inovasi agar lingkungan sosial yang dilayani menjadi lebih sejahtera. Pemimpin yang melayani adalah bukan penguasa. Penguasa yang kebetulan menjadi pemimpin, hanya bisa melarang tanpa alasan jelas. Hal ini karena penguasa tidak pernah mampu berpikir kreatif apalagi inovatif. Penguasa takut berkreasi memperbaiki organisasi yang dipimpinnya. Ia justru kreatif melindungi dirinya dibalik sejuta peraturan yang entah benar atau tidak. Penguasa lebih mementingkan keharuman namanya, bukan perbaikan lingkungan di sekelilingnya. Sangat menyedihkan.

Ironi tentang kepemimpinan dan penguasa ini telah dibahas secara detil  dalam  empat  tulisan  dalam  jurnal  terbitan  kali  ini.  Dua  tulisan lainnya adalah tentang masalah-masalah sosial di pemukiman padat dan di lembaga permasyaratan. Jurnal Psikologi edisi kali ini selain melibatkan

mematuhi serangkaian peraturan yang ketat. Hal ini karena pembacanya berada di seluruh dunia. Salah satu peraturan ketat itu adalah bar-code harus sesuai dengan tahun terbitnya. Hal ini dapat ditempuh bila penerbitan jurnal terbit tepat waktu, yaitu setiap September. Semoga Jurnal Psikologi ini selalu memberi pencerahan bagi lingkungan sekitar.

 

 

Salam hangat,

Arundati Shinta

Pimpinan Redaksi Jurnal Psikologi,

Yogyakarta, September 2016.


DAFTAR ISI

Pengaruh Pelatihan Supervisi Terhadap Kinerja First Manager Pada Universitas X di Yogyakarta

Dewi Handayani Harahap ,  hal 1-21

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional terhadap Kepuasan Kerja dan Komitmen  Organisasional dengan Dimediasi oleh Pemberdayaan Psikologis

Muhamad Ali Sukrajap , hal 22- 45

Penyusunan Tugas dan Tanggungjawab Karyawan Pada Universitas X

Eny Rohyati ,  hal 46- 61

Kesiapan Karyawan Administrasi yang Terkena Rotasi Kerja pada Bagian Pemasaran

Arundati Shinta, Nurhadi, T.A. Prapancha Harry, & Siti Mahmudah ,  hal 62- 77

Hubungan Antara Androginitas dengan Toleransi Sosial Pada Wanita Penghuni Pemukiman Padat di kota Yogyakarta

Indra Wahyudi ,  hal 78- 87

Deskripsi Kesadaran  Faktor Protektif  dan Faktor Risiko dalam Proses Reintegrasi Sosial pada Narapidana Perempuan

Wahyu Widiantoro , hal 88-99

 

 

Posted in: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

'